Sama seperti bisnis yang lain, percetakan juga mempunyai biaya tidak tetap dan biaya tetap.
Contoh biaya tidak tetap adalah biaya bahan baku kertas. Jika pelanggan memesan 1.000 lembar brosur hvs paper, maka kami akan kenakan biaya (1.000 lembar + 100 lembar) x biaya hvs paper per lembar. Demikian juga jika pelanggan memesan 2.000 lembar brosur hvs paper, maka kami akan kenakan biaya (2.000 lembar + 100 lembar) x biaya hvs paper per lembar. Dan seterusnya.
Contoh biaya tetap adalah biaya cetak. Pada percetakan biasanya perhitungan adalah jika pesan di bawah 1.000 lembar akan dikenakan biaya cetak yang sama. Untuk lebih dari 1.000 lembar akan dikenakan biaya per lembar kelebihan.
Dari perpaduan harga tetap dan harga tidak tetap itu tercipta suatu kondisi 'order makin banyak, harga makin murah'.
Thursday, September 12, 2013
Order cetak semakin banyak semakin murah
Sama seperti bisnis yang lain, percetakan juga mempunyai biaya tidak tetap dan biaya tetap.
Contoh biaya tidak tetap adalah biaya bahan baku kertas. Jika pelanggan memesan 1.000 lembar brosur hvs paper, maka kami akan kenakan biaya (1.000 lembar + 100 lembar) x biaya hvs paper per lembar. Demikian juga jika pelanggan memesan 2.000 lembar brosur hvs paper, maka kami akan kenakan biaya (2.000 lembar + 100 lembar) x biaya hvs paper per lembar. Dan seterusnya.
Contoh biaya tetap adalah biaya cetak. Pada percetakan biasanya perhitungan adalah jika pesan di bawah 1.000 lembar akan dikenakan biaya cetak yang sama. Untuk lebih dari 1.000 lembar akan dikenakan biaya per lembar kelebihan.
Dari perpaduan harga tetap dan harga tidak tetap itu tercipta suatu kondisi 'order makin banyak, harga makin murah'.
Contoh biaya tidak tetap adalah biaya bahan baku kertas. Jika pelanggan memesan 1.000 lembar brosur hvs paper, maka kami akan kenakan biaya (1.000 lembar + 100 lembar) x biaya hvs paper per lembar. Demikian juga jika pelanggan memesan 2.000 lembar brosur hvs paper, maka kami akan kenakan biaya (2.000 lembar + 100 lembar) x biaya hvs paper per lembar. Dan seterusnya.
Contoh biaya tetap adalah biaya cetak. Pada percetakan biasanya perhitungan adalah jika pesan di bawah 1.000 lembar akan dikenakan biaya cetak yang sama. Untuk lebih dari 1.000 lembar akan dikenakan biaya per lembar kelebihan.
Dari perpaduan harga tetap dan harga tidak tetap itu tercipta suatu kondisi 'order makin banyak, harga makin murah'.
Labels:
biaya cetak,
cetak brosur,
cetak murah,
harga murah,
order cetak
Monday, September 9, 2013
Minimal Order Cetak
Sebetulnya tidak ada minimal order, yang ada adalah harga yang wajar. Dimana hal itu adalah sesuatu yang relatif, tergantung seberapa mendesak produk percetakan itu dibutuhkan, atau tingkat kelas ekonomi pelanggan, atau lokasi pelanggan, atau faktor-faktor lain. Sebagai contoh, di Chirpy Printing bisa terima order hanya 4 lembar brosur a5 full-colour. Tentu saja, kami juga terima order hanya 1 lembar saja dengan spesifikasi yang sama, tapi dengan harga yang sama ketika order 4 lembar.
Untuk 1 lembar ukuran a3 atau 2 lembar ukuran a4 atau 4 lembar ukuran a5, kami kenakan harga Rp. 30.000 per lembar. Harga belum termasuk biaya design dan biaya pengiriman.
Untuk 1 lembar ukuran a3 atau 2 lembar ukuran a4 atau 4 lembar ukuran a5, kami kenakan harga Rp. 30.000 per lembar. Harga belum termasuk biaya design dan biaya pengiriman.
Labels:
cetak brosur,
harga brosur,
minimal order,
order cetak
Wednesday, July 17, 2013
Nielsen: Brosur Efektif Sebagai Alat Promosi
JAKARTA, KOMPAS.com - Associate Director Consumer Panel Services Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, menyebutkan, brosur merupakan sumber yang yang paling umum dalam melakukan promosi suatu produk. Brosur bahkan lebih efektif ketimbang televisi, koran, dan radio.
"(Brosur) efektif. Itu conversion rate yang sangat tinggi artinya setengah dari semua orang yang terima brosur akhirnya beli barangnya," ujar Hellen kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa ( 1/11/2011 ). Ini ditandai dengan dari 49 persen konsumen yang menerima brosur, sebanyak 24 persennya membeli produk.
Detilnya, menurut hasil survei Nielsen, dari 49 persen konsumen rumah tangga yang menerima brosur, maka ada 47 persen yang membacanya. Lalu, ada 33 persen konsumen melakukan kunjungan ke toko. Dan, sebesar 24 persen, menemukan dan melakukan pembelian produk.
Mengapa demikian? Ini karena brosur dapat memuat lebih banyak detail mengenai produk yang dipromosikan. Dan, konsumen dapat menyimpan brosur selama 2-3 minggu. Akan tetapi, brosur punya kelemahan yakni jangkauannya yang terbatas.
Iklan melalui koran atau media bisa lebih banyak menjangkau konsumen. Tapi kelemahannya, biasanya media hanya bisa menampilkan beberapa produk di halamannya. Di mana, bagi penjual, hal yang penting dalam beriklan adalah untuk menonjolkan tampilan produknya.
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/01/23385683/twitter.com
"(Brosur) efektif. Itu conversion rate yang sangat tinggi artinya setengah dari semua orang yang terima brosur akhirnya beli barangnya," ujar Hellen kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa ( 1/11/2011 ). Ini ditandai dengan dari 49 persen konsumen yang menerima brosur, sebanyak 24 persennya membeli produk.
Detilnya, menurut hasil survei Nielsen, dari 49 persen konsumen rumah tangga yang menerima brosur, maka ada 47 persen yang membacanya. Lalu, ada 33 persen konsumen melakukan kunjungan ke toko. Dan, sebesar 24 persen, menemukan dan melakukan pembelian produk.
Mengapa demikian? Ini karena brosur dapat memuat lebih banyak detail mengenai produk yang dipromosikan. Dan, konsumen dapat menyimpan brosur selama 2-3 minggu. Akan tetapi, brosur punya kelemahan yakni jangkauannya yang terbatas.
Iklan melalui koran atau media bisa lebih banyak menjangkau konsumen. Tapi kelemahannya, biasanya media hanya bisa menampilkan beberapa produk di halamannya. Di mana, bagi penjual, hal yang penting dalam beriklan adalah untuk menonjolkan tampilan produknya.
sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/01/23385683/twitter.com
Labels:
cetak brosur,
cetak murah,
percetakan jakarta
Friday, July 12, 2013
Standard Format File yang Akan Dicetak
Idealnya, format file design yang diberikan kepada percetakan merupakan file asli dari software yang memproduksi file tersebut dengan font (jenis tulisan) yang telah dikonversi.
Contoh: corel draw (.cdr) , adobe illustrator (.ai) , pdf, dll.
Tetapi jika file design yang ada adalah format bitmap, seperti .jpg , .tiff , .psd , dll. maka sebaiknya minimal dpi yang digunakan adalah 300 dpi dengan perbandingan ukuran 1:1.
Jika file design tersebut akan dicetak dengan offset printing, sebaiknya dibuat proof print dahulu agar bisa dicek apakah ada yang pecah / blur.
Selain itu, pastikan semua komponen (seperti image atau photo) di dalam file design tersebut tidak melanggar hak cipta. Chirpy Printing selaku percetakan tidak bertanggung jawab atas isi cetakan.
Contoh: corel draw (.cdr) , adobe illustrator (.ai) , pdf, dll.
Tetapi jika file design yang ada adalah format bitmap, seperti .jpg , .tiff , .psd , dll. maka sebaiknya minimal dpi yang digunakan adalah 300 dpi dengan perbandingan ukuran 1:1.
Jika file design tersebut akan dicetak dengan offset printing, sebaiknya dibuat proof print dahulu agar bisa dicek apakah ada yang pecah / blur.
Selain itu, pastikan semua komponen (seperti image atau photo) di dalam file design tersebut tidak melanggar hak cipta. Chirpy Printing selaku percetakan tidak bertanggung jawab atas isi cetakan.
Tuesday, July 2, 2013
Proses Kerja / Work Flow Chirpy Printing
- Pelanggan menghubungi Chirpy Printing untuk menanyakan harga untuk produk dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya.
- Setelah proses perhitungan selesai, Chirpy Printing memberikan harga penawaran.
- Jika harga yang ditawarkan sudah disetujui, maka Chirpy Printing akan datang ke kantor pelanggan untuk mengambil design atau materi design.
- Setelah proses design selesai, Chirpy Printing akan datang ke kantor pelanggan untuk mengantarkan proof print yang menjadi acuan produk akhir.
- Jika proof print sudah disetujui, maka Chirpy Printing akan melakukan proses cetak beserta proses finishing dalam waktu yang secepatnya.
- Setelah produk akhir yang telah dikirim Chirpy Printing ke kantor pelanggan dan diterima dengan baik, maka pembayaran akan dilakukan secara pembayaran di tempat atau cash-on-delivery.
Labels:
cetak brosur,
cetak murah,
kartu nama,
percetakan jakarta
Monday, June 10, 2013
Offset Printing vs Digital Printing
Saat ini, kualitas offset printing dengan digital printing sudah setara: tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih jelek. Yang membedakannya hanya jenis mesin yang digunakan dan operator yang mengoperasikan. Oleh karena itu, Chirpy Printing selain berinvestasi di mesin cetak yang berteknologi tinggi juga berinvestasi di sumber
daya manusia agar selalu makin berkembang.
Kelebihan offset printing yang menjadi kekurangan digital printing adalah harga yang lebih murah jika memesan dalam jumlah banyak. Di offset printing, harga di pesanan dengan jumlah tertentu bisa lebih mahal hingga 2x lipat atau lebih jika dibandingkan dengan harga di
pesanan dengan jumlah yang lebih banyak. Sedangkan jika digital printing, harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda untuk pesanan dengan jumlah sedikit atau dengan jumlah banyak.
Kelebihan digital printing yang menjadi kekurangan offset printing adalah waktu. Proses cetak digital printing lebih cepat, bahkan bisa ditunggu (10-30 menit), sedangkan proses cetak offset printing membutuhkan waktu yang lebih lama (minimal 1x24 jam).
Oleh karena itu, adalah sesuatu yang biasa jika yang menjadi proof print untuk order offset printing adalah yang diproduksi dengan digital printing, karena kualitas keduanya adalah sama.
daya manusia agar selalu makin berkembang.
Kelebihan offset printing yang menjadi kekurangan digital printing adalah harga yang lebih murah jika memesan dalam jumlah banyak. Di offset printing, harga di pesanan dengan jumlah tertentu bisa lebih mahal hingga 2x lipat atau lebih jika dibandingkan dengan harga di
pesanan dengan jumlah yang lebih banyak. Sedangkan jika digital printing, harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda untuk pesanan dengan jumlah sedikit atau dengan jumlah banyak.
Kelebihan digital printing yang menjadi kekurangan offset printing adalah waktu. Proses cetak digital printing lebih cepat, bahkan bisa ditunggu (10-30 menit), sedangkan proses cetak offset printing membutuhkan waktu yang lebih lama (minimal 1x24 jam).
Oleh karena itu, adalah sesuatu yang biasa jika yang menjadi proof print untuk order offset printing adalah yang diproduksi dengan digital printing, karena kualitas keduanya adalah sama.
Wednesday, August 5, 2009
Design Kartu Nama dengan Ms Word
Butuh kartu nama dalam waktu singkat? Aplikasi pengolah kata bisa membantu membuatkannya untuk Anda. Desainnya memang sederhana, tetapi Anda tetap bisa membuatnya tampil profesional.
Langkah-langkahnya tidak rumit. Anda tinggal memanfaatkan kotak dialog Envelopes and Labels. Agar lebih menarik, Anda bisa menyisipkan gambar dengan fasilitas Insert dan membuat pinggiran (border) yang bergaya.
Kartu nama tersebut bisa langsung dicetak atau disimpan dulu desainnya untuk dicetak lain waktu. Kalau Anda kurang yakin dengan kemampuan printer yang Anda miliki, bawa saja file desain kartu nama Anda ke percetakan terdekat.
Tentu saja lebih menyenangkan bila Anda memiliki sebuah printer yang handal. Anda tinggal membeli kertas dan mencetak sendiri buah karya Anda di rumah.
Dalam tutorial singkat berikut, kami menggunakan Microsoft Word 2003.
1.Buka program Word. Pada menu Tools, pilih Letters and Mailings dan klik Envelopes and Labels.
2.Klik tab Labels. Pada kotak Address, masukkan informasi yang ingin Anda tampilkan di kartu nama, misalnya nama dan jabatan Anda; nama perusahaan; alamat dan nomor telepon; dan alamat e-mail.
3. Sekarang, mari kita mengatur font dan posisi teks di kartu nama. Klik kanan di kotak Address untuk menampilkan menu shortcut. Klik Font atau Paragraph. Atur jenis, ukuran dan tampilan font, serta letak teks.
4. Biarkan opsi default yang ada di bagian Print: Full page of the same label. Dengan opsi tersebut dalam keadaan terpilih, Anda bisa mencetak beberapa lembar kartu nama sekaligus dalam satu lembar kertas khusus untuk kartu nama (utamanya produk Avery).
5. Klik Options dan di bawah Printer information, pilih jenis printer yang Anda gunakan. Sedangkan di bawah Label products, biarkan setting default-nya (Avery Standard).
6. Pilih nomor kartu di bagian Product number. Pilih salah satu dari jenis (Type) Business Card yang tersedia.
7. Klik tombol Details untuk menampilkan kotak dialog tipe kartu nama yang Anda pilih. Lewat kotak dialog ini Anda bisa mengatur ukuran lembar kertas untuk mencetak kartu. Di bagian Page size, klik kotak daftar yang ada dan pilih ukuran kertasnya, misalnya A4 (21 x 29,7cm).
8. Perubahan ukuran ini mengharuskan Anda mengisikan nama di bagian Label name. Klik OK dan kartu Anda akan dimasukkan sebagai bagian dari kategori Other/Custom oleh Word. Klik OK lagi untuk keluar dari kotak dialog Label Options.
9. Jika Anda ingin langsung mencetak kartu, masukkan lembaran kertas ke printer dan klik tombol Print di kotak dialog Envelopes and Labels.
10. Namun bila Anda ingin menyimpan desain kartu dan dicetak kapan-kapan, tekan tombol New Document. Word pun akan menampilkan kartu nama Anda (Word memberi nama Labels pada dokumen yang belum disimpan). Klik Save di toolbar.
Langkah-langkahnya tidak rumit. Anda tinggal memanfaatkan kotak dialog Envelopes and Labels. Agar lebih menarik, Anda bisa menyisipkan gambar dengan fasilitas Insert dan membuat pinggiran (border) yang bergaya.
Kartu nama tersebut bisa langsung dicetak atau disimpan dulu desainnya untuk dicetak lain waktu. Kalau Anda kurang yakin dengan kemampuan printer yang Anda miliki, bawa saja file desain kartu nama Anda ke percetakan terdekat.
Tentu saja lebih menyenangkan bila Anda memiliki sebuah printer yang handal. Anda tinggal membeli kertas dan mencetak sendiri buah karya Anda di rumah.
Dalam tutorial singkat berikut, kami menggunakan Microsoft Word 2003.
1.Buka program Word. Pada menu Tools, pilih Letters and Mailings dan klik Envelopes and Labels.
2.Klik tab Labels. Pada kotak Address, masukkan informasi yang ingin Anda tampilkan di kartu nama, misalnya nama dan jabatan Anda; nama perusahaan; alamat dan nomor telepon; dan alamat e-mail.
3. Sekarang, mari kita mengatur font dan posisi teks di kartu nama. Klik kanan di kotak Address untuk menampilkan menu shortcut. Klik Font atau Paragraph. Atur jenis, ukuran dan tampilan font, serta letak teks.
4. Biarkan opsi default yang ada di bagian Print: Full page of the same label. Dengan opsi tersebut dalam keadaan terpilih, Anda bisa mencetak beberapa lembar kartu nama sekaligus dalam satu lembar kertas khusus untuk kartu nama (utamanya produk Avery).
5. Klik Options dan di bawah Printer information, pilih jenis printer yang Anda gunakan. Sedangkan di bawah Label products, biarkan setting default-nya (Avery Standard).
6. Pilih nomor kartu di bagian Product number. Pilih salah satu dari jenis (Type) Business Card yang tersedia.
7. Klik tombol Details untuk menampilkan kotak dialog tipe kartu nama yang Anda pilih. Lewat kotak dialog ini Anda bisa mengatur ukuran lembar kertas untuk mencetak kartu. Di bagian Page size, klik kotak daftar yang ada dan pilih ukuran kertasnya, misalnya A4 (21 x 29,7cm).
8. Perubahan ukuran ini mengharuskan Anda mengisikan nama di bagian Label name. Klik OK dan kartu Anda akan dimasukkan sebagai bagian dari kategori Other/Custom oleh Word. Klik OK lagi untuk keluar dari kotak dialog Label Options.
9. Jika Anda ingin langsung mencetak kartu, masukkan lembaran kertas ke printer dan klik tombol Print di kotak dialog Envelopes and Labels.
10. Namun bila Anda ingin menyimpan desain kartu dan dicetak kapan-kapan, tekan tombol New Document. Word pun akan menampilkan kartu nama Anda (Word memberi nama Labels pada dokumen yang belum disimpan). Klik Save di toolbar.
Labels:
kartu nama,
percetakan
Thursday, November 13, 2008
(share) tips untuk design brosur
1. ukuran kertas, sebaiknya 1/2 A4 (15 x 21 cm), tidak terlalu besar tidak terlalu kecil, pas dipegang. kalo mau harga murah, bisa juga 1/3 folio.
2. judul, sebaiknya berukuran sama / lebih besar / lebih kecil dikit dari nama perusahaan anda (tergantung filosofi anda) dan yg pasti jauh lebih besar dari teks biasa. cari kata2 yg eye catching / menarik perhatian, bisa berupa pernyataan bisa berupa pertanyaan, dan bisa juga berupa offer (yang kesannya) sensasional dan mengandung fear bagi yg membaca.
contoh :
anda jualan kasur, maka judul yg baik -> ada yg salah dengan tidur anda!
anda jualan jasa web design -> mau sales yg kerja 24/7 dengan harga 300ribu per tahun?
3. list keunggulan yg akan menjadi pembeda, yg menjadi alasan kuat kenapa calon pelanggan mesti beli produk anda atau pake jasa anda. sebaiknya lebih dari tiga dan be more specific, jangan yg umum.
4. testimonial dari pelanggan anda, sama juga fungsinya untuk jadi alasan / penarik.
5. perhatikan teks dan background, jangan bikin calon pelanggan memerlukan usaha yg keras untuk baca brosur anda. jangan terlalu silau, sebaiknya gunakan warna yang kontras.
6. ukur efek brosur u, apakah dibaca atau gak, seberapa efektif, dengan pake promo yg kesannya sensasional.
contoh: u bagi brosur di tempat umum, trus u tulis "dapatkan souvenir cantik di toko kami dengan TANPA pembelian". pasti ada aja yg tertarik dan ke toko anda, u kasih aja barang promosi (seperti memo yg ada logo anda di tiap halaman) dan kemungkinan besar (tergantung kemampuan sales anda juga) calon pelanggan akan berubah jadi pelanggan.
7. kasih batas waktu yg terbatas untuk dapet keuntungan bagi calon pelanggan yg take action sekarang, tentu saja berguna untuk meningkatkan impulsive buying. kalo gak, orang udah baca trus tertarik dan berpikir, besok gua akan ke toko itu, tapi biasanya besok dia lupa atau malah beli barang yg sama di saingan anda.
contoh: dapatkan diskon 10% untuk pelanggan yg transaksi dalam bulan November.
8. untuk cetak brosur yg berkualitas, cari percetakan yg udah terbukti pengalamanannya, seperti Chirpy Printing, hehehehe..... jadi ngiklan.
2. judul, sebaiknya berukuran sama / lebih besar / lebih kecil dikit dari nama perusahaan anda (tergantung filosofi anda) dan yg pasti jauh lebih besar dari teks biasa. cari kata2 yg eye catching / menarik perhatian, bisa berupa pernyataan bisa berupa pertanyaan, dan bisa juga berupa offer (yang kesannya) sensasional dan mengandung fear bagi yg membaca.
contoh :
anda jualan kasur, maka judul yg baik -> ada yg salah dengan tidur anda!
anda jualan jasa web design -> mau sales yg kerja 24/7 dengan harga 300ribu per tahun?
3. list keunggulan yg akan menjadi pembeda, yg menjadi alasan kuat kenapa calon pelanggan mesti beli produk anda atau pake jasa anda. sebaiknya lebih dari tiga dan be more specific, jangan yg umum.
4. testimonial dari pelanggan anda, sama juga fungsinya untuk jadi alasan / penarik.
5. perhatikan teks dan background, jangan bikin calon pelanggan memerlukan usaha yg keras untuk baca brosur anda. jangan terlalu silau, sebaiknya gunakan warna yang kontras.
6. ukur efek brosur u, apakah dibaca atau gak, seberapa efektif, dengan pake promo yg kesannya sensasional.
contoh: u bagi brosur di tempat umum, trus u tulis "dapatkan souvenir cantik di toko kami dengan TANPA pembelian". pasti ada aja yg tertarik dan ke toko anda, u kasih aja barang promosi (seperti memo yg ada logo anda di tiap halaman) dan kemungkinan besar (tergantung kemampuan sales anda juga) calon pelanggan akan berubah jadi pelanggan.
7. kasih batas waktu yg terbatas untuk dapet keuntungan bagi calon pelanggan yg take action sekarang, tentu saja berguna untuk meningkatkan impulsive buying. kalo gak, orang udah baca trus tertarik dan berpikir, besok gua akan ke toko itu, tapi biasanya besok dia lupa atau malah beli barang yg sama di saingan anda.
contoh: dapatkan diskon 10% untuk pelanggan yg transaksi dalam bulan November.
8. untuk cetak brosur yg berkualitas, cari percetakan yg udah terbukti pengalamanannya, seperti Chirpy Printing, hehehehe..... jadi ngiklan.
Labels:
brosur,
percetakan,
percetakan jakarta,
percetakan murah
Thursday, October 23, 2008
Mengelola Kartu Menjadi Lebih Berarti
Sebagai pebisnis profesional dengan banyak klien dan partner bisnis, anda tentu banyak menyimpan kartu-kartu nama yang cukup penting. Mungkin selama ini anda cukup menyimpan kartu nama tersebut dalam name card holder, berdasarkan urutan kartu yang anda peroleh. Padahal tidak sesederhana itu dalam menyimpannya. Ada sedikit aturan dalam mengarsipkan kartu-kartu nama yang anda miliki.
Pertama, setiap kali anda menerima sebuah kartu nama, periksalah apakah ada informasi yang kurang dalam kartu nama itu, sehubungan dengan identitas pemberi kartu nama. Misalnya, nomor handphone atau fax. Jika memang ada yang kurang, anda dapat menanyakan dan melengkapinya dalam kartu nama tersebut.
Jika anda punya janji dengan pemberi kartu nama, tuliskan di balik kartu nama tersebut tentang janji apa yang telah anda buat. Kemudian untuk sementara simpan kartu nama anda dengan baik, misalnya di dompet, sebelum menyimpannya dalam name card holder. Jangan menyimpan kartu nama di dalam saku baju anda. Karena dikhawatirkan jika anda lengah, kartu tersebut bisa saja terbuang.
Kemudian simpan kartu nama pada name card holder atau card file. Anda dapat mengurutkan kartu nama berdasarkan nama perusahaan atau nama orang. Pilihlah salah satu cara yang paling memungkinkan anda mengingat orang. Anda dapat menyimpan beberapa berdasarkan nama perusahaan dan beberapa berdasarkan nama akhir seseorang pada file yang sama.
Sebaiknya gunakan dua buah card file untuk membedakan kartu nama yang berhubungan dengan bisnis dan yang bersifat pribadi. Hal ini untuk mencegah tercampuraduknya urusan bisnis dan urusan di luar bisnis. Beri tanda yang jelas antara card file bisnis dan mana yang bukan. Sehingga anda tidak perlu bingung jika suatu waktu memerlukannya.
Dalam waktu tertentu, sortir kembali kartu-kartu nama tersebut. Kalau anda yakin sebuah kartu nama sudah tidak terpakai lagi, misalnya karena orang yang bersangkutan pindah kantor, singkirkan saja kartu nama itu.
Jika kartu nama yang anda peroleh sudah terlalu banyak, mungkin anda bisa memanfaatkan program perangkat lunak. Karena kini ada suatu program perangkat lunak yang memungkinkan anda melihat sepintas kartu-kartu nama dan menempatkan informasi kontak ke buku alamat elektronik atau sistem manajemen kontak. Ini merupakan pilihan yang tepat jika anda memiliki ratusan kartu yang harus ditangani. Bukankah adalah hal yang praktis menangani ratusan kartu dengan menggunakan sistem berbasis komputer.
Nah, apakah anda punya banyak kartu nama bisnis? Kalau ya, coba deh atur kembali kartu-kartu tersebut dengan tips tadi. Atau anda punya cara lain..?
Pertama, setiap kali anda menerima sebuah kartu nama, periksalah apakah ada informasi yang kurang dalam kartu nama itu, sehubungan dengan identitas pemberi kartu nama. Misalnya, nomor handphone atau fax. Jika memang ada yang kurang, anda dapat menanyakan dan melengkapinya dalam kartu nama tersebut.
Jika anda punya janji dengan pemberi kartu nama, tuliskan di balik kartu nama tersebut tentang janji apa yang telah anda buat. Kemudian untuk sementara simpan kartu nama anda dengan baik, misalnya di dompet, sebelum menyimpannya dalam name card holder. Jangan menyimpan kartu nama di dalam saku baju anda. Karena dikhawatirkan jika anda lengah, kartu tersebut bisa saja terbuang.
Kemudian simpan kartu nama pada name card holder atau card file. Anda dapat mengurutkan kartu nama berdasarkan nama perusahaan atau nama orang. Pilihlah salah satu cara yang paling memungkinkan anda mengingat orang. Anda dapat menyimpan beberapa berdasarkan nama perusahaan dan beberapa berdasarkan nama akhir seseorang pada file yang sama.
Sebaiknya gunakan dua buah card file untuk membedakan kartu nama yang berhubungan dengan bisnis dan yang bersifat pribadi. Hal ini untuk mencegah tercampuraduknya urusan bisnis dan urusan di luar bisnis. Beri tanda yang jelas antara card file bisnis dan mana yang bukan. Sehingga anda tidak perlu bingung jika suatu waktu memerlukannya.
Dalam waktu tertentu, sortir kembali kartu-kartu nama tersebut. Kalau anda yakin sebuah kartu nama sudah tidak terpakai lagi, misalnya karena orang yang bersangkutan pindah kantor, singkirkan saja kartu nama itu.
Jika kartu nama yang anda peroleh sudah terlalu banyak, mungkin anda bisa memanfaatkan program perangkat lunak. Karena kini ada suatu program perangkat lunak yang memungkinkan anda melihat sepintas kartu-kartu nama dan menempatkan informasi kontak ke buku alamat elektronik atau sistem manajemen kontak. Ini merupakan pilihan yang tepat jika anda memiliki ratusan kartu yang harus ditangani. Bukankah adalah hal yang praktis menangani ratusan kartu dengan menggunakan sistem berbasis komputer.
Nah, apakah anda punya banyak kartu nama bisnis? Kalau ya, coba deh atur kembali kartu-kartu tersebut dengan tips tadi. Atau anda punya cara lain..?
Wednesday, October 22, 2008
Tips Menjalin Hubungan Via Kartu Nama
Pertama, selalu siap dengan kartu nama ke manapun Anda pergi. Bertukarlah kartu nama atau nomor ponsel dengan orang-orang yang baru Anda temui dan ajak bercakap-cakap.
Kedua, bila perlu tuliskan secara singkat di balik kartu namanya, dalam acara apa Anda bertemu dengan orang yang bersangkutan untuk memudahkan dalam menyapa orang tersebut bila suatu saat Anda bertemu kembali dengannya.
Ketiga, sapalah orang lain dengan tulus dan lakukan secara teratur, bukan hanya pada saat Anda membutuhkan bantuan orang tersebut.
Keempat, gunakan sarana komunikasi yang tersedia saat ini (telepon, SMS, email, kartu ucapan, dll)
Kelima, hari-hari khusus seperti hari ulang tahun atau hari raya keagamaan bisa dimanfaatkan untuk menyapa orang-orang yang ada dalam daftar network Anda.
Keenam, jangan ragu atau malu untuk menyapa bila bertemu dengan orang yang Anda kenal, tetapi Anda lupa nama dan latar belakangnya. Ajaklah orang tersebut untuk berjabat tangan sambil menyebutkan nama dan sekilas identitas Anda. Katakan bahwa Anda merasa mengenalnya dan sampaikan permintaaan maaf karena Anda agak lupa namanya. Mulailah percakapan dengan pembicaraan seputar identitasnya atau hal-hal umum menyangkut kehadirannya dalam acara atau situasi yang Anda hadapi bersama.
Kedua, bila perlu tuliskan secara singkat di balik kartu namanya, dalam acara apa Anda bertemu dengan orang yang bersangkutan untuk memudahkan dalam menyapa orang tersebut bila suatu saat Anda bertemu kembali dengannya.
Ketiga, sapalah orang lain dengan tulus dan lakukan secara teratur, bukan hanya pada saat Anda membutuhkan bantuan orang tersebut.
Keempat, gunakan sarana komunikasi yang tersedia saat ini (telepon, SMS, email, kartu ucapan, dll)
Kelima, hari-hari khusus seperti hari ulang tahun atau hari raya keagamaan bisa dimanfaatkan untuk menyapa orang-orang yang ada dalam daftar network Anda.
Keenam, jangan ragu atau malu untuk menyapa bila bertemu dengan orang yang Anda kenal, tetapi Anda lupa nama dan latar belakangnya. Ajaklah orang tersebut untuk berjabat tangan sambil menyebutkan nama dan sekilas identitas Anda. Katakan bahwa Anda merasa mengenalnya dan sampaikan permintaaan maaf karena Anda agak lupa namanya. Mulailah percakapan dengan pembicaraan seputar identitasnya atau hal-hal umum menyangkut kehadirannya dalam acara atau situasi yang Anda hadapi bersama.
Labels:
cetak kartu nama,
kartu nama,
kartu nama murah,
relationship
Tuesday, October 21, 2008
Tips bertukar kartu nama dengan orang Jepang
1. Simpanlah kartu nama anda di tempat penyimpanan kartu nama (card holder), jangan mengambil kartu nama dari dompet yang disimpan di (maaf) pantat anda. Card holder sebaiknya disimpan di saku baju/jas bagian atas.
2. Serahkan kartu nama anda dengan tangan kanan, badan sedikit membungkuk. Lebih bagus lagi diserahkan dengan dua tangan. Saat menerima kartu nama, terimalah dengan dua tangan.
3. Pastikan menyerahkan kartu nama dalam posisi menghadap lawan bicara. Artinya ketika kita serahkan, lawan bicara kita bisa langsung membaca kartu nama kita tanpa membaliknya.
4. Kartu nama yg diterima, jangan langsung dimasukkan kantong saku. Hal ini seolah-olah kita dianggap tidak mau tahu/tidak mau kenal.
5. Taruhlah kartu nama yg diterima diatas meja. Jika klien ada beberapa orang pada saat yg bersamaan, kartu nama jangan ditumpuk tapi dibariskan satu-persatu sesuai urutan tempat duduk di kursi. Ini berguna bagi orang yg sulit mengingat nama beberapa orang sekaligus, kita dapat ‘melirik’ kartu nama yg diletakkan, karena bertanya “Maaf dengan bapak siapa tadi namanya?” jelas tidak etis.
6. Jangan sungkan meminta kartu nama, walaupun lawan bicara tidak mengisyaratkan untuk memberi. Mungkin dia lupa, ada baiknya diingatkan, daripada kita kesulitan untuk menghubunginya kelak jika ada keperluan. Meminta kartu nama bukan pelanggaran etika. Mintalah dengan sopan dan pastikan data yg ada dalam kartu nama adalah data yang valid misalnya dengan bertanya: “Boleh saya menghubungi bapak ke nomor yg ada di kartu nama ini?”
7. Pastikan kartu nama anda dalam kondisi bersih, tidak kotor/ sobek/ ada bekas lipatan.
8. Kartu nama yg diterima dari lawan bicara jangan dimain-mainkan misalnya digulung, atau diremas-remas.
9. Semakin banyak kartu nama yg kita simpan, tentu akan membutuhkan penanganan tersendiri. Simpanlah kartu nama yang diterima dalam boks khusus dan ditata sedemikian sehingga memudahkan pencarian ketika kita membutuhkan.
2. Serahkan kartu nama anda dengan tangan kanan, badan sedikit membungkuk. Lebih bagus lagi diserahkan dengan dua tangan. Saat menerima kartu nama, terimalah dengan dua tangan.
3. Pastikan menyerahkan kartu nama dalam posisi menghadap lawan bicara. Artinya ketika kita serahkan, lawan bicara kita bisa langsung membaca kartu nama kita tanpa membaliknya.
4. Kartu nama yg diterima, jangan langsung dimasukkan kantong saku. Hal ini seolah-olah kita dianggap tidak mau tahu/tidak mau kenal.
5. Taruhlah kartu nama yg diterima diatas meja. Jika klien ada beberapa orang pada saat yg bersamaan, kartu nama jangan ditumpuk tapi dibariskan satu-persatu sesuai urutan tempat duduk di kursi. Ini berguna bagi orang yg sulit mengingat nama beberapa orang sekaligus, kita dapat ‘melirik’ kartu nama yg diletakkan, karena bertanya “Maaf dengan bapak siapa tadi namanya?” jelas tidak etis.
6. Jangan sungkan meminta kartu nama, walaupun lawan bicara tidak mengisyaratkan untuk memberi. Mungkin dia lupa, ada baiknya diingatkan, daripada kita kesulitan untuk menghubunginya kelak jika ada keperluan. Meminta kartu nama bukan pelanggaran etika. Mintalah dengan sopan dan pastikan data yg ada dalam kartu nama adalah data yang valid misalnya dengan bertanya: “Boleh saya menghubungi bapak ke nomor yg ada di kartu nama ini?”
7. Pastikan kartu nama anda dalam kondisi bersih, tidak kotor/ sobek/ ada bekas lipatan.
8. Kartu nama yg diterima dari lawan bicara jangan dimain-mainkan misalnya digulung, atau diremas-remas.
9. Semakin banyak kartu nama yg kita simpan, tentu akan membutuhkan penanganan tersendiri. Simpanlah kartu nama yang diterima dalam boks khusus dan ditata sedemikian sehingga memudahkan pencarian ketika kita membutuhkan.
Labels:
kartu nama,
percetakan
Friday, October 10, 2008
What is BUSINESS CARDS?
Business cards are cards bearing business information about a company or individual. They are shared during formal introductions as a convenience and a memory aid. A business card typically includes the giver's name, company affiliation (usually with a logo) and contact information such as street addresses, telephone number(s), e-mail addresses and website. Traditionally many cards were simple black text on white stock; today a professional business card will sometimes include one or more aspects of striking visual design.
Business cards are frequently used during sales calls (visits) to provide potential customers with a means to contact the business or representative of the business.
Business cards are frequently used during sales calls (visits) to provide potential customers with a means to contact the business or representative of the business.
Friday, July 11, 2008
[ Copy - Paste from Wikipedia ] What is FLYER ?
A flyer (or flier) is a single page leaflet advertising a nightclub, event, service, or other activity. Flyers are typically used by individuals or small business and are a form of small scale, community communication.
Flyers are handed out on the street, posted on bulletin boards, or given away at events. Bulletin boards are found on college campuses, in cafes, community meeting houses, laundromats and small markets.
Flyers, along with postcards, leaflets and small posters, are vital and free forms of communication for people who want to engage the public but do not have the money or desire to take out classified advertising in a local newspaper. Their widespread use intensified with the spread of desktop publishing systems. In recent years, the production of flyers through traditional printing services has been supplanted by Internet services; customers may send designs and receive final products by mail. Flyers range in tone from humorous to irreverent or absurd.
Flyers are handed out on the street, posted on bulletin boards, or given away at events. Bulletin boards are found on college campuses, in cafes, community meeting houses, laundromats and small markets.
Flyers, along with postcards, leaflets and small posters, are vital and free forms of communication for people who want to engage the public but do not have the money or desire to take out classified advertising in a local newspaper. Their widespread use intensified with the spread of desktop publishing systems. In recent years, the production of flyers through traditional printing services has been supplanted by Internet services; customers may send designs and receive final products by mail. Flyers range in tone from humorous to irreverent or absurd.
Thursday, July 3, 2008
[ Copy - Paste from Wikipedia ] What is BROCHURE ?
A brochure or pamphlet is a leaflet advertisement. Brochures may advertise locations, events, hotels, products, services, etc. They are usually succinct in language and eye-catching in design. Direct mail and trade shows are common ways to distribute brochures to introduce a product or service. In hotels and other places that tourists frequent, brochure racks or stands may suggest visits to amusement parks and other points of interest.
The two most common brochure styles are single sheet and booklet forms.
The most common types of single-sheet brochures are the bi-fold (a single sheet printed on both sides and folded into halves) and the tri-fold (the same, but folded into thirds). A bi-fold brochure results in four panels (two panels on each side), while a tri-fold results in six panels (three panels on each side).
Other folder arrangements are possible: the accordion or "Z-fold" method, the "C-fold" method, etc. Larger sheets, such as those with detailed maps or expansive photo spreads, are folded into four, five, or six panels.
Booklet brochures are made of multiple sheets most often saddle stitched (stapled on the creased edge) or "perfect bound" like a paperback book, and result in eight panels or more.
Brochures are often printed using four color process on thick gloss paper to give an initial impression of quality. Businesses may turn out small quantities of brochures on a computer printer or on a digital printer, but offset printing turns out higher quantities for less cost.
Compared with a flyer or a handbill, a brochure usually uses higher-quality paper, more color, and is folded.
The two most common brochure styles are single sheet and booklet forms.
The most common types of single-sheet brochures are the bi-fold (a single sheet printed on both sides and folded into halves) and the tri-fold (the same, but folded into thirds). A bi-fold brochure results in four panels (two panels on each side), while a tri-fold results in six panels (three panels on each side).
Other folder arrangements are possible: the accordion or "Z-fold" method, the "C-fold" method, etc. Larger sheets, such as those with detailed maps or expansive photo spreads, are folded into four, five, or six panels.
Booklet brochures are made of multiple sheets most often saddle stitched (stapled on the creased edge) or "perfect bound" like a paperback book, and result in eight panels or more.
Brochures are often printed using four color process on thick gloss paper to give an initial impression of quality. Businesses may turn out small quantities of brochures on a computer printer or on a digital printer, but offset printing turns out higher quantities for less cost.
Compared with a flyer or a handbill, a brochure usually uses higher-quality paper, more color, and is folded.
Wednesday, July 2, 2008
Profil Mengenai Chirpy Printing
Chirpy Printing adalah sebuah perusahaan percetakan atau offset printing yang fokus pada produksi brosur dan NCR Forms (seperti: nota, tanda terima, surat jalan dan lain-lain). Dengan motto "where quality and speed matter", maka anda tidak perlu terlalu dipusingkan dengan quality control dan ketepatan waktu. Jadi, untuk anda yang membutuhkan brosur dan NCR Forms dengan kualitas yang tinggi dan waktu produksi yang tepat waktu, chirpy printing adalah solusi yang paling tepat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
