Idealnya, format file design yang diberikan kepada percetakan merupakan file asli dari software yang memproduksi file tersebut dengan font (jenis tulisan) yang telah dikonversi.
Contoh: corel draw (.cdr) , adobe illustrator (.ai) , pdf, dll.
Tetapi jika file design yang ada adalah format bitmap, seperti .jpg , .tiff , .psd , dll. maka sebaiknya minimal dpi yang digunakan adalah 300 dpi dengan perbandingan ukuran 1:1.
Jika file design tersebut akan dicetak dengan offset printing, sebaiknya dibuat proof print dahulu agar bisa dicek apakah ada yang pecah / blur.
Selain itu, pastikan semua komponen (seperti image atau photo) di dalam file design tersebut tidak melanggar hak cipta. Chirpy Printing selaku percetakan tidak bertanggung jawab atas isi cetakan.
Showing posts with label percetakan murah. Show all posts
Showing posts with label percetakan murah. Show all posts
Friday, July 12, 2013
Monday, June 10, 2013
Offset Printing vs Digital Printing
Saat ini, kualitas offset printing dengan digital printing sudah setara: tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih jelek. Yang membedakannya hanya jenis mesin yang digunakan dan operator yang mengoperasikan. Oleh karena itu, Chirpy Printing selain berinvestasi di mesin cetak yang berteknologi tinggi juga berinvestasi di sumber
daya manusia agar selalu makin berkembang.
Kelebihan offset printing yang menjadi kekurangan digital printing adalah harga yang lebih murah jika memesan dalam jumlah banyak. Di offset printing, harga di pesanan dengan jumlah tertentu bisa lebih mahal hingga 2x lipat atau lebih jika dibandingkan dengan harga di
pesanan dengan jumlah yang lebih banyak. Sedangkan jika digital printing, harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda untuk pesanan dengan jumlah sedikit atau dengan jumlah banyak.
Kelebihan digital printing yang menjadi kekurangan offset printing adalah waktu. Proses cetak digital printing lebih cepat, bahkan bisa ditunggu (10-30 menit), sedangkan proses cetak offset printing membutuhkan waktu yang lebih lama (minimal 1x24 jam).
Oleh karena itu, adalah sesuatu yang biasa jika yang menjadi proof print untuk order offset printing adalah yang diproduksi dengan digital printing, karena kualitas keduanya adalah sama.
daya manusia agar selalu makin berkembang.
Kelebihan offset printing yang menjadi kekurangan digital printing adalah harga yang lebih murah jika memesan dalam jumlah banyak. Di offset printing, harga di pesanan dengan jumlah tertentu bisa lebih mahal hingga 2x lipat atau lebih jika dibandingkan dengan harga di
pesanan dengan jumlah yang lebih banyak. Sedangkan jika digital printing, harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda untuk pesanan dengan jumlah sedikit atau dengan jumlah banyak.
Kelebihan digital printing yang menjadi kekurangan offset printing adalah waktu. Proses cetak digital printing lebih cepat, bahkan bisa ditunggu (10-30 menit), sedangkan proses cetak offset printing membutuhkan waktu yang lebih lama (minimal 1x24 jam).
Oleh karena itu, adalah sesuatu yang biasa jika yang menjadi proof print untuk order offset printing adalah yang diproduksi dengan digital printing, karena kualitas keduanya adalah sama.
Thursday, November 13, 2008
(share) tips untuk design brosur
1. ukuran kertas, sebaiknya 1/2 A4 (15 x 21 cm), tidak terlalu besar tidak terlalu kecil, pas dipegang. kalo mau harga murah, bisa juga 1/3 folio.
2. judul, sebaiknya berukuran sama / lebih besar / lebih kecil dikit dari nama perusahaan anda (tergantung filosofi anda) dan yg pasti jauh lebih besar dari teks biasa. cari kata2 yg eye catching / menarik perhatian, bisa berupa pernyataan bisa berupa pertanyaan, dan bisa juga berupa offer (yang kesannya) sensasional dan mengandung fear bagi yg membaca.
contoh :
anda jualan kasur, maka judul yg baik -> ada yg salah dengan tidur anda!
anda jualan jasa web design -> mau sales yg kerja 24/7 dengan harga 300ribu per tahun?
3. list keunggulan yg akan menjadi pembeda, yg menjadi alasan kuat kenapa calon pelanggan mesti beli produk anda atau pake jasa anda. sebaiknya lebih dari tiga dan be more specific, jangan yg umum.
4. testimonial dari pelanggan anda, sama juga fungsinya untuk jadi alasan / penarik.
5. perhatikan teks dan background, jangan bikin calon pelanggan memerlukan usaha yg keras untuk baca brosur anda. jangan terlalu silau, sebaiknya gunakan warna yang kontras.
6. ukur efek brosur u, apakah dibaca atau gak, seberapa efektif, dengan pake promo yg kesannya sensasional.
contoh: u bagi brosur di tempat umum, trus u tulis "dapatkan souvenir cantik di toko kami dengan TANPA pembelian". pasti ada aja yg tertarik dan ke toko anda, u kasih aja barang promosi (seperti memo yg ada logo anda di tiap halaman) dan kemungkinan besar (tergantung kemampuan sales anda juga) calon pelanggan akan berubah jadi pelanggan.
7. kasih batas waktu yg terbatas untuk dapet keuntungan bagi calon pelanggan yg take action sekarang, tentu saja berguna untuk meningkatkan impulsive buying. kalo gak, orang udah baca trus tertarik dan berpikir, besok gua akan ke toko itu, tapi biasanya besok dia lupa atau malah beli barang yg sama di saingan anda.
contoh: dapatkan diskon 10% untuk pelanggan yg transaksi dalam bulan November.
8. untuk cetak brosur yg berkualitas, cari percetakan yg udah terbukti pengalamanannya, seperti Chirpy Printing, hehehehe..... jadi ngiklan.
2. judul, sebaiknya berukuran sama / lebih besar / lebih kecil dikit dari nama perusahaan anda (tergantung filosofi anda) dan yg pasti jauh lebih besar dari teks biasa. cari kata2 yg eye catching / menarik perhatian, bisa berupa pernyataan bisa berupa pertanyaan, dan bisa juga berupa offer (yang kesannya) sensasional dan mengandung fear bagi yg membaca.
contoh :
anda jualan kasur, maka judul yg baik -> ada yg salah dengan tidur anda!
anda jualan jasa web design -> mau sales yg kerja 24/7 dengan harga 300ribu per tahun?
3. list keunggulan yg akan menjadi pembeda, yg menjadi alasan kuat kenapa calon pelanggan mesti beli produk anda atau pake jasa anda. sebaiknya lebih dari tiga dan be more specific, jangan yg umum.
4. testimonial dari pelanggan anda, sama juga fungsinya untuk jadi alasan / penarik.
5. perhatikan teks dan background, jangan bikin calon pelanggan memerlukan usaha yg keras untuk baca brosur anda. jangan terlalu silau, sebaiknya gunakan warna yang kontras.
6. ukur efek brosur u, apakah dibaca atau gak, seberapa efektif, dengan pake promo yg kesannya sensasional.
contoh: u bagi brosur di tempat umum, trus u tulis "dapatkan souvenir cantik di toko kami dengan TANPA pembelian". pasti ada aja yg tertarik dan ke toko anda, u kasih aja barang promosi (seperti memo yg ada logo anda di tiap halaman) dan kemungkinan besar (tergantung kemampuan sales anda juga) calon pelanggan akan berubah jadi pelanggan.
7. kasih batas waktu yg terbatas untuk dapet keuntungan bagi calon pelanggan yg take action sekarang, tentu saja berguna untuk meningkatkan impulsive buying. kalo gak, orang udah baca trus tertarik dan berpikir, besok gua akan ke toko itu, tapi biasanya besok dia lupa atau malah beli barang yg sama di saingan anda.
contoh: dapatkan diskon 10% untuk pelanggan yg transaksi dalam bulan November.
8. untuk cetak brosur yg berkualitas, cari percetakan yg udah terbukti pengalamanannya, seperti Chirpy Printing, hehehehe..... jadi ngiklan.
Labels:
brosur,
percetakan,
percetakan jakarta,
percetakan murah
Subscribe to:
Comments (Atom)
