Pages

Showing posts with label percetakan. Show all posts
Showing posts with label percetakan. Show all posts

Monday, June 10, 2013

Offset Printing vs Digital Printing

Saat ini, kualitas offset printing dengan digital printing sudah setara: tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih jelek. Yang membedakannya hanya jenis mesin yang digunakan dan operator yang mengoperasikan. Oleh karena itu, Chirpy Printing selain berinvestasi di mesin cetak yang berteknologi tinggi juga berinvestasi di sumber
daya manusia agar selalu makin berkembang.

Kelebihan offset printing yang menjadi kekurangan digital printing adalah harga yang lebih murah jika memesan dalam jumlah banyak. Di offset printing, harga di pesanan dengan jumlah tertentu bisa lebih mahal hingga 2x lipat atau lebih jika dibandingkan dengan harga di
pesanan dengan jumlah yang lebih banyak. Sedangkan jika digital printing, harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda untuk pesanan dengan jumlah sedikit atau dengan jumlah banyak.

Kelebihan digital printing yang menjadi kekurangan offset printing adalah waktu. Proses cetak digital printing lebih cepat, bahkan bisa ditunggu (10-30 menit), sedangkan proses cetak offset printing membutuhkan waktu yang lebih lama (minimal 1x24 jam).

Oleh karena itu, adalah sesuatu yang biasa jika yang menjadi proof print untuk order offset printing adalah yang diproduksi dengan digital printing, karena kualitas keduanya adalah sama.

Wednesday, August 5, 2009

Design Kartu Nama dengan Ms Word

Butuh kartu nama dalam waktu singkat? Aplikasi pengolah kata bisa membantu membuatkannya untuk Anda. Desainnya memang sederhana, tetapi Anda tetap bisa membuatnya tampil profesional.

Langkah-langkahnya tidak rumit. Anda tinggal memanfaatkan kotak dialog Envelopes and Labels. Agar lebih menarik, Anda bisa menyisipkan gambar dengan fasilitas Insert dan membuat pinggiran (border) yang bergaya.

Kartu nama tersebut bisa langsung dicetak atau disimpan dulu desainnya untuk dicetak lain waktu. Kalau Anda kurang yakin dengan kemampuan printer yang Anda miliki, bawa saja file desain kartu nama Anda ke percetakan terdekat.
Tentu saja lebih menyenangkan bila Anda memiliki sebuah printer yang handal. Anda tinggal membeli kertas dan mencetak sendiri buah karya Anda di rumah.

Dalam tutorial singkat berikut, kami menggunakan Microsoft Word 2003.

1.Buka program Word. Pada menu Tools, pilih Letters and Mailings dan klik Envelopes and Labels.

2.Klik tab Labels. Pada kotak Address, masukkan informasi yang ingin Anda tampilkan di kartu nama, misalnya nama dan jabatan Anda; nama perusahaan; alamat dan nomor telepon; dan alamat e-mail.

3. Sekarang, mari kita mengatur font dan posisi teks di kartu nama. Klik kanan di kotak Address untuk menampilkan menu shortcut. Klik Font atau Paragraph. Atur jenis, ukuran dan tampilan font, serta letak teks.

4. Biarkan opsi default yang ada di bagian Print: Full page of the same label. Dengan opsi tersebut dalam keadaan terpilih, Anda bisa mencetak beberapa lembar kartu nama sekaligus dalam satu lembar kertas khusus untuk kartu nama (utamanya produk Avery).

5. Klik Options dan di bawah Printer information, pilih jenis printer yang Anda gunakan. Sedangkan di bawah Label products, biarkan setting default-nya (Avery Standard).

6. Pilih nomor kartu di bagian Product number. Pilih salah satu dari jenis (Type) Business Card yang tersedia.

7. Klik tombol Details untuk menampilkan kotak dialog tipe kartu nama yang Anda pilih. Lewat kotak dialog ini Anda bisa mengatur ukuran lembar kertas untuk mencetak kartu. Di bagian Page size, klik kotak daftar yang ada dan pilih ukuran kertasnya, misalnya A4 (21 x 29,7cm).

8. Perubahan ukuran ini mengharuskan Anda mengisikan nama di bagian Label name. Klik OK dan kartu Anda akan dimasukkan sebagai bagian dari kategori Other/Custom oleh Word. Klik OK lagi untuk keluar dari kotak dialog Label Options.

9. Jika Anda ingin langsung mencetak kartu, masukkan lembaran kertas ke printer dan klik tombol Print di kotak dialog Envelopes and Labels.

10. Namun bila Anda ingin menyimpan desain kartu dan dicetak kapan-kapan, tekan tombol New Document. Word pun akan menampilkan kartu nama Anda (Word memberi nama Labels pada dokumen yang belum disimpan). Klik Save di toolbar.

Thursday, November 13, 2008

(share) tips untuk design brosur

1. ukuran kertas, sebaiknya 1/2 A4 (15 x 21 cm), tidak terlalu besar tidak terlalu kecil, pas dipegang. kalo mau harga murah, bisa juga 1/3 folio.

2. judul, sebaiknya berukuran sama / lebih besar / lebih kecil dikit dari nama perusahaan anda (tergantung filosofi anda) dan yg pasti jauh lebih besar dari teks biasa. cari kata2 yg eye catching / menarik perhatian, bisa berupa pernyataan bisa berupa pertanyaan, dan bisa juga berupa offer (yang kesannya) sensasional dan mengandung fear bagi yg membaca.

contoh :
anda jualan kasur, maka judul yg baik -> ada yg salah dengan tidur anda!

anda jualan jasa web design -> mau sales yg kerja 24/7 dengan harga 300ribu per tahun?

3. list keunggulan yg akan menjadi pembeda, yg menjadi alasan kuat kenapa calon pelanggan mesti beli produk anda atau pake jasa anda. sebaiknya lebih dari tiga dan be more specific, jangan yg umum.

4. testimonial dari pelanggan anda, sama juga fungsinya untuk jadi alasan / penarik.

5. perhatikan teks dan background, jangan bikin calon pelanggan memerlukan usaha yg keras untuk baca brosur anda. jangan terlalu silau, sebaiknya gunakan warna yang kontras.

6. ukur efek brosur u, apakah dibaca atau gak, seberapa efektif, dengan pake promo yg kesannya sensasional.

contoh: u bagi brosur di tempat umum, trus u tulis "dapatkan souvenir cantik di toko kami dengan TANPA pembelian". pasti ada aja yg tertarik dan ke toko anda, u kasih aja barang promosi (seperti memo yg ada logo anda di tiap halaman) dan kemungkinan besar (tergantung kemampuan sales anda juga) calon pelanggan akan berubah jadi pelanggan.

7. kasih batas waktu yg terbatas untuk dapet keuntungan bagi calon pelanggan yg take action sekarang, tentu saja berguna untuk meningkatkan impulsive buying. kalo gak, orang udah baca trus tertarik dan berpikir, besok gua akan ke toko itu, tapi biasanya besok dia lupa atau malah beli barang yg sama di saingan anda.

contoh: dapatkan diskon 10% untuk pelanggan yg transaksi dalam bulan November.

8. untuk cetak brosur yg berkualitas, cari percetakan yg udah terbukti pengalamanannya, seperti Chirpy Printing, hehehehe..... jadi ngiklan.

Tuesday, October 21, 2008

Tips bertukar kartu nama dengan orang Jepang

1. Simpanlah kartu nama anda di tempat penyimpanan kartu nama (card holder), jangan mengambil kartu nama dari dompet yang disimpan di (maaf) pantat anda. Card holder sebaiknya disimpan di saku baju/jas bagian atas.

2. Serahkan kartu nama anda dengan tangan kanan, badan sedikit membungkuk. Lebih bagus lagi diserahkan dengan dua tangan. Saat menerima kartu nama, terimalah dengan dua tangan.

3. Pastikan menyerahkan kartu nama dalam posisi menghadap lawan bicara. Artinya ketika kita serahkan, lawan bicara kita bisa langsung membaca kartu nama kita tanpa membaliknya.

4. Kartu nama yg diterima, jangan langsung dimasukkan kantong saku. Hal ini seolah-olah kita dianggap tidak mau tahu/tidak mau kenal.

5. Taruhlah kartu nama yg diterima diatas meja. Jika klien ada beberapa orang pada saat yg bersamaan, kartu nama jangan ditumpuk tapi dibariskan satu-persatu sesuai urutan tempat duduk di kursi. Ini berguna bagi orang yg sulit mengingat nama beberapa orang sekaligus, kita dapat ‘melirik’ kartu nama yg diletakkan, karena bertanya “Maaf dengan bapak siapa tadi namanya?” jelas tidak etis.

6. Jangan sungkan meminta kartu nama, walaupun lawan bicara tidak mengisyaratkan untuk memberi. Mungkin dia lupa, ada baiknya diingatkan, daripada kita kesulitan untuk menghubunginya kelak jika ada keperluan. Meminta kartu nama bukan pelanggaran etika. Mintalah dengan sopan dan pastikan data yg ada dalam kartu nama adalah data yang valid misalnya dengan bertanya: “Boleh saya menghubungi bapak ke nomor yg ada di kartu nama ini?”

7. Pastikan kartu nama anda dalam kondisi bersih, tidak kotor/ sobek/ ada bekas lipatan.

8. Kartu nama yg diterima dari lawan bicara jangan dimain-mainkan misalnya digulung, atau diremas-remas.

9. Semakin banyak kartu nama yg kita simpan, tentu akan membutuhkan penanganan tersendiri. Simpanlah kartu nama yang diterima dalam boks khusus dan ditata sedemikian sehingga memudahkan pencarian ketika kita membutuhkan.