Pages

Monday, September 9, 2013

Minimal Order Cetak

Sebetulnya tidak ada minimal order, yang ada adalah harga yang wajar. Dimana hal itu adalah sesuatu yang relatif, tergantung seberapa mendesak produk percetakan itu dibutuhkan, atau tingkat kelas ekonomi pelanggan, atau lokasi pelanggan, atau faktor-faktor lain. Sebagai contoh, di Chirpy Printing bisa terima order hanya 4 lembar brosur a5 full-colour. Tentu saja, kami juga terima order hanya 1 lembar saja dengan spesifikasi yang sama, tapi dengan harga yang sama ketika order 4 lembar.

Untuk 1 lembar ukuran a3 atau 2 lembar ukuran a4 atau 4 lembar ukuran a5, kami kenakan harga Rp. 30.000 per lembar. Harga belum termasuk biaya design dan biaya pengiriman.

Wednesday, July 17, 2013

Nielsen: Brosur Efektif Sebagai Alat Promosi

JAKARTA, KOMPAS.com - Associate Director Consumer Panel Services Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, menyebutkan, brosur merupakan sumber yang yang paling umum dalam melakukan promosi suatu produk. Brosur bahkan lebih efektif ketimbang televisi, koran, dan radio.

"(Brosur) efektif. Itu conversion rate yang sangat tinggi artinya setengah dari semua orang yang terima brosur akhirnya beli barangnya," ujar Hellen kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa ( 1/11/2011 ). Ini ditandai dengan dari 49 persen konsumen yang menerima brosur, sebanyak 24 persennya membeli produk.

Detilnya, menurut hasil survei Nielsen, dari 49 persen konsumen rumah tangga yang menerima brosur, maka ada 47 persen yang membacanya. Lalu, ada 33 persen konsumen melakukan kunjungan ke toko. Dan, sebesar 24 persen, menemukan dan melakukan pembelian produk.

Mengapa demikian? Ini karena brosur dapat memuat lebih banyak detail mengenai produk yang dipromosikan. Dan, konsumen dapat menyimpan brosur selama 2-3 minggu. Akan tetapi, brosur punya kelemahan yakni jangkauannya yang terbatas.

Iklan melalui koran atau media bisa lebih banyak menjangkau konsumen. Tapi kelemahannya, biasanya media hanya bisa menampilkan beberapa produk di halamannya. Di mana, bagi penjual, hal yang penting dalam beriklan adalah untuk menonjolkan tampilan produknya.

sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/01/23385683/twitter.com

Friday, July 12, 2013

Standard Format File yang Akan Dicetak

Idealnya, format file design yang diberikan kepada percetakan merupakan file asli dari software yang memproduksi file tersebut dengan font (jenis tulisan) yang telah dikonversi.
Contoh: corel draw (.cdr) , adobe illustrator (.ai) , pdf, dll.

Tetapi jika file design yang ada adalah format bitmap, seperti .jpg , .tiff , .psd , dll. maka sebaiknya minimal dpi yang digunakan adalah 300 dpi dengan perbandingan ukuran 1:1.

Jika file design tersebut akan dicetak dengan offset printing, sebaiknya dibuat proof print dahulu agar bisa dicek apakah ada yang pecah / blur.

Selain itu, pastikan semua komponen (seperti image atau photo) di dalam file design tersebut tidak melanggar hak cipta. Chirpy Printing selaku percetakan tidak bertanggung jawab atas isi cetakan.

Tuesday, July 2, 2013

Proses Kerja / Work Flow Chirpy Printing

  1. Pelanggan menghubungi Chirpy Printing untuk menanyakan harga untuk produk dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya.
  2. Setelah proses perhitungan selesai, Chirpy Printing memberikan harga penawaran.
  3. Jika harga yang ditawarkan sudah disetujui, maka Chirpy Printing akan datang ke kantor pelanggan untuk mengambil design atau materi design.
  4. Setelah proses design selesai, Chirpy Printing akan datang ke kantor pelanggan untuk mengantarkan proof print yang menjadi acuan produk akhir.
  5. Jika proof print sudah disetujui, maka Chirpy Printing akan melakukan proses cetak beserta proses finishing dalam waktu yang secepatnya.
  6. Setelah produk akhir yang telah dikirim Chirpy Printing ke kantor pelanggan dan diterima dengan baik, maka pembayaran akan dilakukan secara pembayaran di tempat atau cash-on-delivery.

Monday, June 10, 2013

Offset Printing vs Digital Printing

Saat ini, kualitas offset printing dengan digital printing sudah setara: tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih jelek. Yang membedakannya hanya jenis mesin yang digunakan dan operator yang mengoperasikan. Oleh karena itu, Chirpy Printing selain berinvestasi di mesin cetak yang berteknologi tinggi juga berinvestasi di sumber
daya manusia agar selalu makin berkembang.

Kelebihan offset printing yang menjadi kekurangan digital printing adalah harga yang lebih murah jika memesan dalam jumlah banyak. Di offset printing, harga di pesanan dengan jumlah tertentu bisa lebih mahal hingga 2x lipat atau lebih jika dibandingkan dengan harga di
pesanan dengan jumlah yang lebih banyak. Sedangkan jika digital printing, harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda untuk pesanan dengan jumlah sedikit atau dengan jumlah banyak.

Kelebihan digital printing yang menjadi kekurangan offset printing adalah waktu. Proses cetak digital printing lebih cepat, bahkan bisa ditunggu (10-30 menit), sedangkan proses cetak offset printing membutuhkan waktu yang lebih lama (minimal 1x24 jam).

Oleh karena itu, adalah sesuatu yang biasa jika yang menjadi proof print untuk order offset printing adalah yang diproduksi dengan digital printing, karena kualitas keduanya adalah sama.

Wednesday, August 5, 2009

Design Kartu Nama dengan Ms Word

Butuh kartu nama dalam waktu singkat? Aplikasi pengolah kata bisa membantu membuatkannya untuk Anda. Desainnya memang sederhana, tetapi Anda tetap bisa membuatnya tampil profesional.

Langkah-langkahnya tidak rumit. Anda tinggal memanfaatkan kotak dialog Envelopes and Labels. Agar lebih menarik, Anda bisa menyisipkan gambar dengan fasilitas Insert dan membuat pinggiran (border) yang bergaya.

Kartu nama tersebut bisa langsung dicetak atau disimpan dulu desainnya untuk dicetak lain waktu. Kalau Anda kurang yakin dengan kemampuan printer yang Anda miliki, bawa saja file desain kartu nama Anda ke percetakan terdekat.
Tentu saja lebih menyenangkan bila Anda memiliki sebuah printer yang handal. Anda tinggal membeli kertas dan mencetak sendiri buah karya Anda di rumah.

Dalam tutorial singkat berikut, kami menggunakan Microsoft Word 2003.

1.Buka program Word. Pada menu Tools, pilih Letters and Mailings dan klik Envelopes and Labels.

2.Klik tab Labels. Pada kotak Address, masukkan informasi yang ingin Anda tampilkan di kartu nama, misalnya nama dan jabatan Anda; nama perusahaan; alamat dan nomor telepon; dan alamat e-mail.

3. Sekarang, mari kita mengatur font dan posisi teks di kartu nama. Klik kanan di kotak Address untuk menampilkan menu shortcut. Klik Font atau Paragraph. Atur jenis, ukuran dan tampilan font, serta letak teks.

4. Biarkan opsi default yang ada di bagian Print: Full page of the same label. Dengan opsi tersebut dalam keadaan terpilih, Anda bisa mencetak beberapa lembar kartu nama sekaligus dalam satu lembar kertas khusus untuk kartu nama (utamanya produk Avery).

5. Klik Options dan di bawah Printer information, pilih jenis printer yang Anda gunakan. Sedangkan di bawah Label products, biarkan setting default-nya (Avery Standard).

6. Pilih nomor kartu di bagian Product number. Pilih salah satu dari jenis (Type) Business Card yang tersedia.

7. Klik tombol Details untuk menampilkan kotak dialog tipe kartu nama yang Anda pilih. Lewat kotak dialog ini Anda bisa mengatur ukuran lembar kertas untuk mencetak kartu. Di bagian Page size, klik kotak daftar yang ada dan pilih ukuran kertasnya, misalnya A4 (21 x 29,7cm).

8. Perubahan ukuran ini mengharuskan Anda mengisikan nama di bagian Label name. Klik OK dan kartu Anda akan dimasukkan sebagai bagian dari kategori Other/Custom oleh Word. Klik OK lagi untuk keluar dari kotak dialog Label Options.

9. Jika Anda ingin langsung mencetak kartu, masukkan lembaran kertas ke printer dan klik tombol Print di kotak dialog Envelopes and Labels.

10. Namun bila Anda ingin menyimpan desain kartu dan dicetak kapan-kapan, tekan tombol New Document. Word pun akan menampilkan kartu nama Anda (Word memberi nama Labels pada dokumen yang belum disimpan). Klik Save di toolbar.

Thursday, November 13, 2008

(share) tips untuk design brosur

1. ukuran kertas, sebaiknya 1/2 A4 (15 x 21 cm), tidak terlalu besar tidak terlalu kecil, pas dipegang. kalo mau harga murah, bisa juga 1/3 folio.

2. judul, sebaiknya berukuran sama / lebih besar / lebih kecil dikit dari nama perusahaan anda (tergantung filosofi anda) dan yg pasti jauh lebih besar dari teks biasa. cari kata2 yg eye catching / menarik perhatian, bisa berupa pernyataan bisa berupa pertanyaan, dan bisa juga berupa offer (yang kesannya) sensasional dan mengandung fear bagi yg membaca.

contoh :
anda jualan kasur, maka judul yg baik -> ada yg salah dengan tidur anda!

anda jualan jasa web design -> mau sales yg kerja 24/7 dengan harga 300ribu per tahun?

3. list keunggulan yg akan menjadi pembeda, yg menjadi alasan kuat kenapa calon pelanggan mesti beli produk anda atau pake jasa anda. sebaiknya lebih dari tiga dan be more specific, jangan yg umum.

4. testimonial dari pelanggan anda, sama juga fungsinya untuk jadi alasan / penarik.

5. perhatikan teks dan background, jangan bikin calon pelanggan memerlukan usaha yg keras untuk baca brosur anda. jangan terlalu silau, sebaiknya gunakan warna yang kontras.

6. ukur efek brosur u, apakah dibaca atau gak, seberapa efektif, dengan pake promo yg kesannya sensasional.

contoh: u bagi brosur di tempat umum, trus u tulis "dapatkan souvenir cantik di toko kami dengan TANPA pembelian". pasti ada aja yg tertarik dan ke toko anda, u kasih aja barang promosi (seperti memo yg ada logo anda di tiap halaman) dan kemungkinan besar (tergantung kemampuan sales anda juga) calon pelanggan akan berubah jadi pelanggan.

7. kasih batas waktu yg terbatas untuk dapet keuntungan bagi calon pelanggan yg take action sekarang, tentu saja berguna untuk meningkatkan impulsive buying. kalo gak, orang udah baca trus tertarik dan berpikir, besok gua akan ke toko itu, tapi biasanya besok dia lupa atau malah beli barang yg sama di saingan anda.

contoh: dapatkan diskon 10% untuk pelanggan yg transaksi dalam bulan November.

8. untuk cetak brosur yg berkualitas, cari percetakan yg udah terbukti pengalamanannya, seperti Chirpy Printing, hehehehe..... jadi ngiklan.