Pages

Wednesday, August 5, 2009

Design Kartu Nama dengan Ms Word

Butuh kartu nama dalam waktu singkat? Aplikasi pengolah kata bisa membantu membuatkannya untuk Anda. Desainnya memang sederhana, tetapi Anda tetap bisa membuatnya tampil profesional.

Langkah-langkahnya tidak rumit. Anda tinggal memanfaatkan kotak dialog Envelopes and Labels. Agar lebih menarik, Anda bisa menyisipkan gambar dengan fasilitas Insert dan membuat pinggiran (border) yang bergaya.

Kartu nama tersebut bisa langsung dicetak atau disimpan dulu desainnya untuk dicetak lain waktu. Kalau Anda kurang yakin dengan kemampuan printer yang Anda miliki, bawa saja file desain kartu nama Anda ke percetakan terdekat.
Tentu saja lebih menyenangkan bila Anda memiliki sebuah printer yang handal. Anda tinggal membeli kertas dan mencetak sendiri buah karya Anda di rumah.

Dalam tutorial singkat berikut, kami menggunakan Microsoft Word 2003.

1.Buka program Word. Pada menu Tools, pilih Letters and Mailings dan klik Envelopes and Labels.

2.Klik tab Labels. Pada kotak Address, masukkan informasi yang ingin Anda tampilkan di kartu nama, misalnya nama dan jabatan Anda; nama perusahaan; alamat dan nomor telepon; dan alamat e-mail.

3. Sekarang, mari kita mengatur font dan posisi teks di kartu nama. Klik kanan di kotak Address untuk menampilkan menu shortcut. Klik Font atau Paragraph. Atur jenis, ukuran dan tampilan font, serta letak teks.

4. Biarkan opsi default yang ada di bagian Print: Full page of the same label. Dengan opsi tersebut dalam keadaan terpilih, Anda bisa mencetak beberapa lembar kartu nama sekaligus dalam satu lembar kertas khusus untuk kartu nama (utamanya produk Avery).

5. Klik Options dan di bawah Printer information, pilih jenis printer yang Anda gunakan. Sedangkan di bawah Label products, biarkan setting default-nya (Avery Standard).

6. Pilih nomor kartu di bagian Product number. Pilih salah satu dari jenis (Type) Business Card yang tersedia.

7. Klik tombol Details untuk menampilkan kotak dialog tipe kartu nama yang Anda pilih. Lewat kotak dialog ini Anda bisa mengatur ukuran lembar kertas untuk mencetak kartu. Di bagian Page size, klik kotak daftar yang ada dan pilih ukuran kertasnya, misalnya A4 (21 x 29,7cm).

8. Perubahan ukuran ini mengharuskan Anda mengisikan nama di bagian Label name. Klik OK dan kartu Anda akan dimasukkan sebagai bagian dari kategori Other/Custom oleh Word. Klik OK lagi untuk keluar dari kotak dialog Label Options.

9. Jika Anda ingin langsung mencetak kartu, masukkan lembaran kertas ke printer dan klik tombol Print di kotak dialog Envelopes and Labels.

10. Namun bila Anda ingin menyimpan desain kartu dan dicetak kapan-kapan, tekan tombol New Document. Word pun akan menampilkan kartu nama Anda (Word memberi nama Labels pada dokumen yang belum disimpan). Klik Save di toolbar.

Thursday, November 13, 2008

(share) tips untuk design brosur

1. ukuran kertas, sebaiknya 1/2 A4 (15 x 21 cm), tidak terlalu besar tidak terlalu kecil, pas dipegang. kalo mau harga murah, bisa juga 1/3 folio.

2. judul, sebaiknya berukuran sama / lebih besar / lebih kecil dikit dari nama perusahaan anda (tergantung filosofi anda) dan yg pasti jauh lebih besar dari teks biasa. cari kata2 yg eye catching / menarik perhatian, bisa berupa pernyataan bisa berupa pertanyaan, dan bisa juga berupa offer (yang kesannya) sensasional dan mengandung fear bagi yg membaca.

contoh :
anda jualan kasur, maka judul yg baik -> ada yg salah dengan tidur anda!

anda jualan jasa web design -> mau sales yg kerja 24/7 dengan harga 300ribu per tahun?

3. list keunggulan yg akan menjadi pembeda, yg menjadi alasan kuat kenapa calon pelanggan mesti beli produk anda atau pake jasa anda. sebaiknya lebih dari tiga dan be more specific, jangan yg umum.

4. testimonial dari pelanggan anda, sama juga fungsinya untuk jadi alasan / penarik.

5. perhatikan teks dan background, jangan bikin calon pelanggan memerlukan usaha yg keras untuk baca brosur anda. jangan terlalu silau, sebaiknya gunakan warna yang kontras.

6. ukur efek brosur u, apakah dibaca atau gak, seberapa efektif, dengan pake promo yg kesannya sensasional.

contoh: u bagi brosur di tempat umum, trus u tulis "dapatkan souvenir cantik di toko kami dengan TANPA pembelian". pasti ada aja yg tertarik dan ke toko anda, u kasih aja barang promosi (seperti memo yg ada logo anda di tiap halaman) dan kemungkinan besar (tergantung kemampuan sales anda juga) calon pelanggan akan berubah jadi pelanggan.

7. kasih batas waktu yg terbatas untuk dapet keuntungan bagi calon pelanggan yg take action sekarang, tentu saja berguna untuk meningkatkan impulsive buying. kalo gak, orang udah baca trus tertarik dan berpikir, besok gua akan ke toko itu, tapi biasanya besok dia lupa atau malah beli barang yg sama di saingan anda.

contoh: dapatkan diskon 10% untuk pelanggan yg transaksi dalam bulan November.

8. untuk cetak brosur yg berkualitas, cari percetakan yg udah terbukti pengalamanannya, seperti Chirpy Printing, hehehehe..... jadi ngiklan.

Thursday, October 23, 2008

Mengelola Kartu Menjadi Lebih Berarti

Sebagai pebisnis profesional dengan banyak klien dan partner bisnis, anda tentu banyak menyimpan kartu-kartu nama yang cukup penting. Mungkin selama ini anda cukup menyimpan kartu nama tersebut dalam name card holder, berdasarkan urutan kartu yang anda peroleh. Padahal tidak sesederhana itu dalam menyimpannya. Ada sedikit aturan dalam mengarsipkan kartu-kartu nama yang anda miliki.

Pertama, setiap kali anda menerima sebuah kartu nama, periksalah apakah ada informasi yang kurang dalam kartu nama itu, sehubungan dengan identitas pemberi kartu nama. Misalnya, nomor handphone atau fax. Jika memang ada yang kurang, anda dapat menanyakan dan melengkapinya dalam kartu nama tersebut.

Jika anda punya janji dengan pemberi kartu nama, tuliskan di balik kartu nama tersebut tentang janji apa yang telah anda buat. Kemudian untuk sementara simpan kartu nama anda dengan baik, misalnya di dompet, sebelum menyimpannya dalam name card holder. Jangan menyimpan kartu nama di dalam saku baju anda. Karena dikhawatirkan jika anda lengah, kartu tersebut bisa saja terbuang.

Kemudian simpan kartu nama pada name card holder atau card file. Anda dapat mengurutkan kartu nama berdasarkan nama perusahaan atau nama orang. Pilihlah salah satu cara yang paling memungkinkan anda mengingat orang. Anda dapat menyimpan beberapa berdasarkan nama perusahaan dan beberapa berdasarkan nama akhir seseorang pada file yang sama.

Sebaiknya gunakan dua buah card file untuk membedakan kartu nama yang berhubungan dengan bisnis dan yang bersifat pribadi. Hal ini untuk mencegah tercampuraduknya urusan bisnis dan urusan di luar bisnis. Beri tanda yang jelas antara card file bisnis dan mana yang bukan. Sehingga anda tidak perlu bingung jika suatu waktu memerlukannya.

Dalam waktu tertentu, sortir kembali kartu-kartu nama tersebut. Kalau anda yakin sebuah kartu nama sudah tidak terpakai lagi, misalnya karena orang yang bersangkutan pindah kantor, singkirkan saja kartu nama itu.

Jika kartu nama yang anda peroleh sudah terlalu banyak, mungkin anda bisa memanfaatkan program perangkat lunak. Karena kini ada suatu program perangkat lunak yang memungkinkan anda melihat sepintas kartu-kartu nama dan menempatkan informasi kontak ke buku alamat elektronik atau sistem manajemen kontak. Ini merupakan pilihan yang tepat jika anda memiliki ratusan kartu yang harus ditangani. Bukankah adalah hal yang praktis menangani ratusan kartu dengan menggunakan sistem berbasis komputer.

Nah, apakah anda punya banyak kartu nama bisnis? Kalau ya, coba deh atur kembali kartu-kartu tersebut dengan tips tadi. Atau anda punya cara lain..?

Wednesday, October 22, 2008

Tips Menjalin Hubungan Via Kartu Nama

Pertama, selalu siap dengan kartu nama ke manapun Anda pergi. Bertukarlah kartu nama atau nomor ponsel dengan orang-orang yang baru Anda temui dan ajak bercakap-cakap.

Kedua, bila perlu tuliskan secara singkat di balik kartu namanya, dalam acara apa Anda bertemu dengan orang yang bersangkutan untuk memudahkan dalam menyapa orang tersebut bila suatu saat Anda bertemu kembali dengannya.

Ketiga, sapalah orang lain dengan tulus dan lakukan secara teratur, bukan hanya pada saat Anda membutuhkan bantuan orang tersebut.

Keempat, gunakan sarana komunikasi yang tersedia saat ini (telepon, SMS, email, kartu ucapan, dll)

Kelima, hari-hari khusus seperti hari ulang tahun atau hari raya keagamaan bisa dimanfaatkan untuk menyapa orang-orang yang ada dalam daftar network Anda.

Keenam, jangan ragu atau malu untuk menyapa bila bertemu dengan orang yang Anda kenal, tetapi Anda lupa nama dan latar belakangnya. Ajaklah orang tersebut untuk berjabat tangan sambil menyebutkan nama dan sekilas identitas Anda. Katakan bahwa Anda merasa mengenalnya dan sampaikan permintaaan maaf karena Anda agak lupa namanya. Mulailah percakapan dengan pembicaraan seputar identitasnya atau hal-hal umum menyangkut kehadirannya dalam acara atau situasi yang Anda hadapi bersama.

Tuesday, October 21, 2008

Tips bertukar kartu nama dengan orang Jepang

1. Simpanlah kartu nama anda di tempat penyimpanan kartu nama (card holder), jangan mengambil kartu nama dari dompet yang disimpan di (maaf) pantat anda. Card holder sebaiknya disimpan di saku baju/jas bagian atas.

2. Serahkan kartu nama anda dengan tangan kanan, badan sedikit membungkuk. Lebih bagus lagi diserahkan dengan dua tangan. Saat menerima kartu nama, terimalah dengan dua tangan.

3. Pastikan menyerahkan kartu nama dalam posisi menghadap lawan bicara. Artinya ketika kita serahkan, lawan bicara kita bisa langsung membaca kartu nama kita tanpa membaliknya.

4. Kartu nama yg diterima, jangan langsung dimasukkan kantong saku. Hal ini seolah-olah kita dianggap tidak mau tahu/tidak mau kenal.

5. Taruhlah kartu nama yg diterima diatas meja. Jika klien ada beberapa orang pada saat yg bersamaan, kartu nama jangan ditumpuk tapi dibariskan satu-persatu sesuai urutan tempat duduk di kursi. Ini berguna bagi orang yg sulit mengingat nama beberapa orang sekaligus, kita dapat ‘melirik’ kartu nama yg diletakkan, karena bertanya “Maaf dengan bapak siapa tadi namanya?” jelas tidak etis.

6. Jangan sungkan meminta kartu nama, walaupun lawan bicara tidak mengisyaratkan untuk memberi. Mungkin dia lupa, ada baiknya diingatkan, daripada kita kesulitan untuk menghubunginya kelak jika ada keperluan. Meminta kartu nama bukan pelanggaran etika. Mintalah dengan sopan dan pastikan data yg ada dalam kartu nama adalah data yang valid misalnya dengan bertanya: “Boleh saya menghubungi bapak ke nomor yg ada di kartu nama ini?”

7. Pastikan kartu nama anda dalam kondisi bersih, tidak kotor/ sobek/ ada bekas lipatan.

8. Kartu nama yg diterima dari lawan bicara jangan dimain-mainkan misalnya digulung, atau diremas-remas.

9. Semakin banyak kartu nama yg kita simpan, tentu akan membutuhkan penanganan tersendiri. Simpanlah kartu nama yang diterima dalam boks khusus dan ditata sedemikian sehingga memudahkan pencarian ketika kita membutuhkan.

Friday, October 10, 2008

What is BUSINESS CARDS?

Business cards are cards bearing business information about a company or individual. They are shared during formal introductions as a convenience and a memory aid. A business card typically includes the giver's name, company affiliation (usually with a logo) and contact information such as street addresses, telephone number(s), e-mail addresses and website. Traditionally many cards were simple black text on white stock; today a professional business card will sometimes include one or more aspects of striking visual design.

Business cards are frequently used during sales calls (visits) to provide potential customers with a means to contact the business or representative of the business.

Friday, July 11, 2008

[ Copy - Paste from Wikipedia ] What is FLYER ?

A flyer (or flier) is a single page leaflet advertising a nightclub, event, service, or other activity. Flyers are typically used by individuals or small business and are a form of small scale, community communication.
Flyers are handed out on the street, posted on bulletin boards, or given away at events. Bulletin boards are found on college campuses, in cafes, community meeting houses, laundromats and small markets.
Flyers, along with postcards, leaflets and small posters, are vital and free forms of communication for people who want to engage the public but do not have the money or desire to take out classified advertising in a local newspaper. Their widespread use intensified with the spread of desktop publishing systems. In recent years, the production of flyers through traditional printing services has been supplanted by Internet services; customers may send designs and receive final products by mail. Flyers range in tone from humorous to irreverent or absurd.